Tips Puasa bagi Penderita Diabetes

Diposting pada

Bagi orang sehat, mungkin tak menemui persoalan berarti sepanjang menggerakkan ibadah puasa. Perubahan paling besar berlangsung terhadap pola makan, yang mulanya tiga kali sehari menjadi dua kali sehari. Selama kurang lebih 14 jam perut tidak bakal mendapat asupan makanan. Namun perihal ini tidak sama bagi penderita diabetes.

Jeda panjang pada sahur dan berbuka menjadi persoalan bagi penderita diabetes. Pasalnya, mereka umumnya direkomendasi untuk makan dengan teratur. Consultant Endocrinologists di Rumah Sakit Hinduja, Mumbai Doktor Roshani Sanghani mengatakan cara pertama bagi penderita diabetes adalah konsultasi dengan dokter dan belanja alat pengukur gula darah.

“Jadi cara pertama perencanaan Puasa Bagi Penderita Diabetes baiknya berkonsultasi terhadap dokternya dan membeli alat pengukur gula darah. Dokter bakal mengarahkan Anda dengan tepat, jika aman, Anda sanggup berpuasa,” katanya layaknya dikutip dari Times of India

Puasa menyebabkan perubahan terhadap metabolisme tubuh agar mutlak untuk menyesuaikan manajemen asupan bagi penderita diabetes. Senada dengan Doktor Roshani, Direktur Pusat Riset Diabetes Delhi, Doktor Ashok K. Jhingan menyebutkan mutlak bagi penderita diabetes untuk berkonsultasi dengan dokter dan jalankan cek teratur persentase gula darah.

“Penderita diabetes kudu memonitor persentase gula darah lebih dari satu kali di dalam sehari dan berkonsultasi dengan dokter mereka saat menemui keraguan,” katanya.

Pasien dengan diabetes type 1 dengan riwayat hipoglikemia berulang atau masalah kesegaran akibat persentase gula darah berada di bawah normal, punyai resiko lebih besar waktu mereka berpuasa. Hipoglikemia dan hiperglikemia atau persentase gula darah di atas ambang batas normal terhitung sanggup nampak terhadap penderita diabetes type 2. Namun, frekuensinya lebih sedikit dan dengan resiko lebih kecil daripada penderita diabetes type 1.

Berikut beberapa rekomendasi makanan yang baik dikonsumsi bagi para penderita diabetes sepanjang bulan puasa.

1. Kuncinya adalah monitor teratur persentase gula darah, agar puasa aman bagi penderita diabetes. Tak cuma sekali di dalam sehari, tetapi diusahakan lebih.

2. Jangan terlalu banyak makan. Puasa menjadi moment untuk mencegah nafsu dan lebih mencermati ‘sinyal’ tubuh.

3. Saat berbuka, berbukalah dengan makanan bebas gula dan minuman tanpa kafein untuk menghidrasi tubuh dan mencegah dehidrasi.

4. Batasi mengkonsumsi makanan manis sepanjang Ramadhan.

5. Tambah asupan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan dadih.

6. Jangan tidur sehabis makan. Beri jeda paling tidak dua jam. Selain itu menjauhi asupan karbohidrat kompleks sebelum saat beranjak tidur. Karbohidrat kompleks sekiranya gandum utuh, nasi merah dan oatmeal.

7. Pastikan asupan nutrisi yang baik waktu sahur. Makanan yang direkomendasi sekiranya roti gandum, sereal dengan persentase biji-bijian, dan kacang-kacangan.

8. Hindari gorengan atau makanan yang digoreng dengan minyak yang banyak.

Perhatikan terhitung ‘sinyal’ yang diberikan tubuh sepanjang puasa.

1. Anda mengalami penurunan persentase gula darah atau hipoglikemia waktu tubuh kejang dan tak sadarkan diri.

2. Naiknya persentase gula darah secara terlalu berlebih atau hiperglikemia ditandai dengan tanda-tanda penglihatan yang tidak memahami atau blur, sakit kepala, rasa capek dan haus berlebih.

3. Ketoasidosis diabetes atau sebuah suasana di mana tubuh tidak sanggup produksi gula darah karena tak punyai memadai insulin. Jenis penyakit diabetes yang mematikan dengan tanda-tanda muntah, dehidrasi sampai koma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *