AMALAN-AMALAN UMROH DAN KESALAHAN UMUM YANG DILAKUKAN PADA SAAT BERUMROH (bagian 8)

Diposting pada

Umroh Plus Turki Desember – Orang yang hendak umrah, jikalau sampai di miqot disunnahkan mandi dan Mengenakan wangi-wangian di badan tidak boleh di kain ihromnya, jikalau tidak bisa saja mandi di miqot maka tidak apa-apa, tetapi disunnahkan mandi di Makkah dikala sampai sebelum thawaf jikalau tersedia kesempatan.
Laki-laki tidak pakai baju yang berjahir tetapi Mengenakan kain ihron dan sunnah pakai warna putih dan bersih. Sementara wanita berihrom dengan baju keseharian tidak perlu putih asalkan tidak menampakkan perhiasan atau mengakibatkan syahwat.
Niat masuk ibadah umrah dengan mengucapkan…

Sepanjang perjalanan memperbanyak talbiyah, dzikir dan doa terhadap Allah.
Apabilah sampai di masjid haram disunnahkan mendahulukan kaki kanan dan membaca…
Kemudian bertalbiyah sampai di depan Ka’bah
Menuju hajar aswad, tempat dimulainya thawaf. Jika sangat mungkin mengusap dengan tangan kanan dan menciumnya jikalau bisa. Jika kesulitan, daripada menyakiti orang lain dengan berdesak-desakan, boleh memberi isyarat kepadanya dengan mengangkat tangan kanan sambil mengucapkan:
Thawaf perlu di dalam suasana suci dari hadats kecil dan besar, gara-gara thawaf layaknya shalat hanya di dalam thawaf diperbolehkan bicara.
Posisi Ka’bah perlu disebelah kiri badan, lakukan thawaf sebanyak 7 kali putaran, jikalau tiba di rukun Yamani hendaknya mengusap tangan jikalau gampang dikerjakan tanpa mencium ataupun memberi isyarat dengan mengucapkan
Disunnahkan jalan cepat dengan memendekkan cara terhadap 3 putaran pertama khusus laki-laki, disunnahkan pulah pertengahan selendangnya diletakkan di bawah pundak kanan dan kedua ujungnya diletakkan diatas pundak kiri, disunnahkan memperbanyak zikir dan berdoa kepada Allah semampunya dan gampang baginya disemua putaran, gara-gara di dalam thawaf tidak tersedia doa dan dzikir khusus. Doa pada rukun yamani dan hajar aswad dengan membaca berulang-ulang:
Setelah selesai thawaf Mengenakan selendang dengan cara meletakkannya diatas ke dua pundak dan kedua ujungnnya diatas dada.
Melakukan shalat dua rakaat di belakang maqom Ibrahim. Disunnahkan Surat pendek yang dibaca sehabis Al fatihah terhadap rakaat pertama adalah Al Kafiirun dan Al Ikhlas terhadap rakaat Kedua.

Keluar lakukan sai menuju Shofa, naik atau berdiri dilerengnya jikalau gampang membaca terhadap putaran pertama:
Dan disunnahkan menghadap kiblat diatas bukit shofa dengan membaca. Lalu berdoa dengan doa yang gampang baginya sambil mengangkat kedua tangan, doa dan dzikir diulang sampai 3x selanjutnya turun dan berjalan menuju marwa. Apabila sampai terhadap isyarat hijau hendaknya yang laki-laki mempercepat jalan sampai isyarat hijau yang kedua. Wanita lumayan berjalan biasa saja. Dilakukan sebanyak 7x putaran, berawal di Shafa dan perlu berakhir di Marwah.
Jika udah selesai sai, mencukur rambut atau memendekkannya tetapi mencukur lebih afdhol.

Kesalahan-kesalahan yang dikerjakan jamaah haji/umroh

1. Mulai thawaf sebelum hajar aswad, yakni pada hajar aswad dan rukun yamani.
2. Thowaf berdesak-desakan di dalam hijr ismail, masuk dari satu pintu dan nampak melalui pintu lain, meninggalkan lebih dari satu hijr ismail. Ini adalah kesalahan besar dan tidak sah thawafnya, gara-gara terhadap hakekatnya dia belum thawaf di ka’bah melainkan thawaf sebagiannya saja.
3. Lari-lari kecil disemua putaran
4. Berdesak-desakan ke hajar aswad untuk menciumnya, mengumpat,
5. Berkeyakinan bahwa hajar aswad dapat memberi manfaat, makanya anda dapat melihatorang-orang jikalau mengusap hajar aswad mereka mengusapkan bekasnya terhadap semua tubuhnya atau mengusapkannya terhadap anak-anak yang mereka bawa. Umar bin Khattab berkata: Sesungguhnya saya terlalu jelas bahwa engkau adalah seonggok batu yang tidak dapat memberikan manfaat dan bahaya, jikalau bukanlah gara-gara saya dulu melihat Nabi menciummu maka saya tidak bakal menciummu.
6. Para jamaah haji mengusap semua pojok-pojok ka’bah apalagi mengusap semua dindingnya, ini semua adalah kebodohan, gara-gara sebenarnya mengusap adalah ibadah dan pengagungan kepada Allah, maka perlu melakukannya layaknya yang dicontohkan oleh Rasulullah, dan beliau tidak mengusap jikalau hajar aswad dan rukun yamani
7. Mengkhususkan doa khusus terhadap tiap tiap putaran dan tidak berdoa selainnya. Boleh berdoa dengan doa-doa yang disenangi dari kebaikan dunia dan akhirat, berdzikir kepada Allah dengan dzikir apa saja, tasbih, tahmid, tahlil, takbir atau membaca alquran
8. Berkumpul dengan seorang pemandu thawaf dan memimpin dengan nada keras selanjutnya mengikutinya dengan satu suara, sampai nada jadi ramai dan membuat kegaduhan agar mengganggu orang thawaf lainnya, mereka tidak jelas apa yang mereka ucapkan dan menghalau kekhusuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *